KOTAKU KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Kamis, 27 Februari 2020

Meneguhkan Langkah dan Gerakan FKA BKM Kota Surabaya

Derasnya hujan yang mengguyur Kota Surabaya dan sekitarnya tidak menghalangi pengurus FKA BKM tingkat kota untuk menggelar rapat koordinasi perdana, pada Rabu malam (26/2). Kegiatan ini bagian dari rangkaian pasca pembentukan FKA BKM Kota Surabaya, Rabu (5/2) silam.
Pengurus begitu antusias bergegas menggelar acara itu. Disertai suara rintik hujan mereka beradu pendapat. Demikian itu, penyampaian aspirasi dan program kerja dari utusan setiap zona. Sejauh mata memandang, tampak semua utusan dari FKA BKM Zona, Selatan, Utara, Barat, Timur dan Pusat melengkapi tempat duduk pertemuan di Sentra Kuliner Kita, Jl. Karang Menjangan No. 15 Surabaya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Koordinator Kota Program Kotaku Kota Surabaya Abdus Salam As'ad di dampingi Koordinator FKA BKM Kota Surabaya, Arif Muryanto. Ada juga Asisten Kelembagaan dan Kolaborasi (Askot KK), Prasetya, berjejer pengurus memantau jalannya diskusi dan membacakan surat pengesahan kepengurusan mewakili tim Korkot Kotaku Surabaya. "Selain di setujui BKM Se-Kota Surabaya, bapak/ibu juga memiliki legalitas. Ini sudah sah," kata Pras.

Jalannya diskusi dipandu oleh Dzahibatul Ba'i yang juga di tunjuk sebagai Sekretaris FKA BKM. Saat di daulat memberikan sambutan, Korkot Kotaku Surabaya, Abdus Salam As'ad, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa memutar waktu seperti zaman P2KP atau PNPM Mandiri Perkotaan, paradigmanya harus dirubah bahwa keberadaan BKM atau FKA BKM sangat berbeda dengan zaman PNPM MP. Di mana BKM pada saat itu dimanjakan dengan BLM. Di samping terseret arus kebijakan transisi kepemimpinan Nasional, maka saat ini menjadi niscaya bahwa kemandirian BKM dalam menjalankan tugas dan fungsinya dan bisa ditawar lagi

Kondisi ini, menurutnya, menuntut kepengurusan yang inovatif dan kreatif. Sebab itu, dalam merancang program kerja memerlukan keseimbangan antara program keluar maupun kedalam (external and internal program). "Perlu memilah program yang sifatnya internal dan eksternal," tandasnya.

Salam menjelaskan, hal pertama yang dimaksud ialah pemetaan potensi baik sosial maupun ekonomi di luar kelembagaan BKM dapat terindentifikasi guna menopang keberlangsungan suatu lembaga. Kedua, menginventarisir kekuatan dan mengevaluasi kelemahan yang dimiliki suatu lembaga sehingga terciptanya peluang dan meminimalisir ancaman.
Sembari mengutip teori-teori rekayasa sosial, eksistensi suatu lembaga dapat diketahui publik apabila terdapat dinamika internal. Dinamisasi organisasi seyogyanya terus diciptakan. "Organisasi mestinya dinamis karena pasif tidak menghasilkan apa-apa," urainya.

Dia mencontohkan UPK BKM yang masih aktif. Baginya, UPK BKM adalah roh yang menggerakkan lembaga. BKM dapat memanfaatkan laba sosial demi menghindari aturan ketat untuk menyusun kegiatan ekonomi kreatif. Dari sini, BKM tidak perlu menunggu bola. Meski demikian, pihaknya terus upayakan instrumentasi kolaborasi kegiatan. Dia berjanji, dalam waktu dekat akan koordinasi dengan pemerintah kota gelar audiensi dan penyampaian aspirasi masyarakat.

Menariknya, usulan kegiatan dipaparkan Aktama Ali Yudha, bahwa FKA BKM bisa rencanakan kegiatan show of force secara berkala. Mengingat, BKM di banyak kelurahan memiliki KSM-KSM dengan segala produknya berdaya saing tinggi. Kelompok usaha yang di miliki BKM ini dapat dipublikasi melalui agenda-agenda seperti pekan raya ekonomi kreatif, expo budaya, pameran lingkungan dan sebagainya.
Koordinator FKA BKM Zona Surabaya Selatan itu mengusulkan, KSM yang memiliki produk tertentu bisa dilibatkan di setiap event apapun baik yang di gelar FKA BKM maupun Dinas-dinas tertentu. Alasannya jelas, forum yang menaungi 154 kelurahan ini wajib melakukan fasilitasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Di samping itu, guna mempererat tali silaturrahim, Arif Muryanto, Koordinator FKA BKM Kota Surabaya mengagendakan pertemuan rutin setiap dua bulan sekali. Menurutnya, agenda pertemuan rutin tersebut digilir di setiap zona. Arif menyampaikan, berdasar hasil lotre, anjang sana pertama bertempat di zona Selatan yakni pada awal bulan April. Kedua, bertempat di zona Barat. Berikutnya, disusul zona Timur. Lalu, zona Utara dan terakhir Zona Pusat. "Anjang sana akan terus kita selenggarakan sesuai putaran," ujar Arif. 

PENULIS ADALAH ILYASIN YUSUF, FASILITATOR SOSIAL SURABAYA

Minggu, 23 Februari 2020

PPK Kotaku Hulu Sungai Tengah Ajak FKA LKM Kecamatan Barabai Kunjungi Kampung Herbal Nginden Jangkungan



Kampung Herbal Nginden
Keberadaan kampung herbal yang terletak di RT. 09 RW. 05 Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya tak heran bila banyak masyarakat luar yang ingin berkunjung. Selain dirindangi dengan tanaman-tanaman hidroponik dan tanaman hias yang berada di sepanjang jalan, ada pula IPAL yang di desain untuk pemanfaatan tanaman. Tak hanya itu, di sisi timur jalan tampak pula Sanggar Seni Budaya untuk pengembangan dan pelestarian budaya lokal, Bank Sampah, Kolam Ikan, dan Bioflok. Sementara botol bekas air mineral disulap tampak warna warni menjadi pot aneka tanaman herbal bergelantungan menghias dari hulu hingga hilir gang. Konon, menurut keterangan Lurah Nginden Jangkungan, Erna Sri Wulandari, kampung ini seringkali mendapati pengunjung dari luar daerah sampai mancanegara.  
Kali ini, sebuah kampung yang menyabet gelar Best of the Best Diajang Lomba Surabaya Green and Clean tahun 2018 itu mendapati kunjungan dari rombongan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (20/2) siang. Diantara yang tergabung ialah, Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Barabai, Lurah dan Kepala Desa Se-Kecamatan Barabai serta Forum Komunikasi Antar (FKA) Lembaga Swadaya Masyarakat (LKM) Kecamatan Barabai. 
Kunjungan TIM Satker Kab.HST Kalsel di Satker SBY
Kunjungan ini bertujuan untuk pembelajaran pemanfaatan air limbah untuk tanaman, manajemen pengelolaan Bank Sampah dan jenis-jenis tanaman herbal. Saat di wawancara, Ahmad Syafaat, PPK Kotaku Hulu Sungai Tengah menyampaikan ketertarikannya terhadap teknologi IPAL yang ada di kampung herbal tersebut. Syafaat mengaku, teknologi itu terbilang baru yang patut dipelajari. Setidaknya, menurut Syafaat, metode pengairan dengan mengembangkan teknologi IPAL yang airnya bersumber dari sungai terdekat dapat direplikasi meski tidak sama persis.”Kami di sini fokus belajar IPAL untuk percontohan di tempat kami,” ujarnya.
Syafaat menambahkan, hal lain yang memotivasi dan menginspirasi ialah kompetisi antar kampung. Ia mengatakan, ajang perlombaan itu dapat memacu semangat warga dalam menata kampungnya sendiri. Dengan demikian, kata Dia, warga akan termotivasi merawat dan menjaga lingkungan permukiman. “Lomba antar kampung ini menjadi inspirasi bagi kami, banyak contoh yang bisa diserap di sini,” imbuhnya. Ketua rombongan dari luar pulau Jawa itu juga menyampaikan terima kasih atas sambutan kepada tuan rumah. Selama berkunjung ke Kota Pahlawan ini ia memperoleh banyak pengalaman yang bisa dijadikan contoh untuk kemajuan daerahnya.   
Poto bersama Tim Satker HST Kalsel dengan Lurah Nginden
Sementara koordinator FKA LKM Kecamatan Barabai, Taspudin Noor, mengatakan telah mempelajari apa yang ada di kampung herbal. Baik teknologi IPAL hingga sistem sosial masyarakat sekitar kampung. Taspudin juga menambahkan, pihaknya mendapat pesan langsung dari Bupati Hulu Sungai Tengah untuk betul-betul mempelajari tentang kampung herbal. Bahwa menurut keterangannya, Bupati Hulu Sungai Tengah sangat mendukung kegiatan-kegiatan FKA LKM Kecamatan Barabai. “Jangan sampai sepulang dari Surabaya tidak mendapatkan apa-apa, itu kata Bupati kepada kami,” terangnya usai pelepasan kegiatan kunjungan oleh Bupati.  
Sebelumnya, rombongan yang di komando oleh Syafaat itu, di sambut oleh PPK Kotaku Kota Surabaya, Awang Wirawan dan Tim Koordinator Kota (Koorkot) Program Kotaku. Di samping itu, Dinas Sosial dan DKRTH turut menyambut tamu kehormatan ini di Balai Pertemuan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Awang memaparkan soal pentingnya berkolaborasi dalam penataan lingkungan permukiman. Pasalnya, rencana masyarakat yang termaktub dalam Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) senantiasa di sosialisasikan kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi. Demikian itu, menurut Awang, guna mewujudkan cita-cita kota yang layak huni dan menjaga kawasan heritage.
Dia mengatakan, menata kampung merupakan tanggung jawab bersama antar instansi baik pemerintah maupun swasta. Menurutnya, masyarakat Kota Surabaya cenderung kompetitif. Sebab itu, lanjut Awang, menggelar lomba antar kampung merupakan bagian dari inovasi penataan.”Bahkan biaya yang dikeluarkan masyarakat dengan hadiah yang di dapat tidak sebanding,” tandasnya.
Senada dengan paparan Abdus Salam As’ad, bahwa kolaborasi dalam penataan lingkungan permukiman merupakan suatu niscaya dan amanat undang-undang. Pria yang menjabat sebagai Koordinator Kota Program Kotaku Surabaya itu, menegaskan platform kolaborasi dan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai Nahkoda adalah suatu upaya agar Pemda terlibat aktif dalam mengentaskan kumuh perkotaan. Salam menjelaskan, posisi fasilitator yang bertugas di lapangan hanya berkewajiban untuk memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat
Poto bersama di lokasi Kampung Herbal Nginden
 Dia mengatakan, organisasi bentukan program Kotaku seperti Lembaga/Badan Keswadayaan Masyarakat (LKM/BKM) yang tersebar di seluruh kelurahan dampingan program merupakan orang-orang pilihan melalui penjaringan basis RT/RW. Atas dasar itu pula, kata Salam, sudah sepantasnya BKM menjadi mitra kolaborasi Pemerintah dalam setiap kegiatan penataan infrastruktur lingkungan. “Secara pengalaman, BKM sangat mumpuni dalam perencanaan maupun pelaksanaan, keberadaannya sejak tahun 1999 sampai sekarang aktivitasnya tak lepas dari kegiatan sosial, ekonomi dan lingkungan,” papar Salam.

Ilyasin Yusuf Fasilitator Sosial Surabaya       

Sabtu, 01 Februari 2020

FKA Zona di Surabaya Rampung, Tim Koorkot Akan Kerucutkan FKA Kota

Forum Komunikasi Antar (FKA) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) lima zona di Kota Surabaya resmi dibentuk. Diantaranya ialah, FKA BKM Zona Surabaya Pusat, Selatan, Utara, Barat danTimur. Pembentukan media silaturrahim dan media informasi antar BKM ini rampung pada bulan Desember 2019 lalu. Pasalnya, wadah jejaring berbagi informasi ini akan di kerucutkanl agi ditingkat kota. Harapannya, aspirasi PK BKM sebagai wakil masyarakat kelurahan dapat tertampung dan sampai pada pemerintah kota.
Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Surabaya,Abdus Salam As'ad mengatakan, pasca pembentukan FKA BKM Zona tersebut akan dilaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Surabaya. "Selanjutnya, kami (timkoorkot, red.) akan membentuk FKA BKM di tingkat kota. Dan, sesegera mungkin untuk lakukan audiensi dengan Pemkot," tegasnya.
Salam melanjutkan, pembentukan FKA BKM tingkat kota akan dilaksanakan pada, Rabu, 5 Februari 2020 mendatang. Sedianya, Kegiatan tersebut direncanakan di Balai Kelurahan Petemon Kecamatan Sawahan, pukul 19.00 WIB. Dia mengatakan, seluruh pengurus FKA BKM Zona yang telah terbentuk akan diundang untuk membincang rekomendasi-rekomendasi terkait kelembagaan BKM kepada Pemerintah Kota.
Adapun susunan pengurus FKA BKM di masing-masing zona adalahsebagaiberikut:
FKA BKM Zona Surabaya Timur
Koordinator
Sueb (BKM Kalirungkut Sejahtera Kel. Kalirungkut Kec. Rungkut)
Anggota Suhadi (BKM Panji Sejahtera Kel. Panjang Jiwo Kec. Tenggilis Mejoyo)
Kardi (BKM PeduliKel. Nginden Jangkungan Kec. Sukolilo)
Bani (BKM Mulyorejo Mandiri Kel. Mulyorejo Kec. Mulyorejo)
Alex (BKM Tambak Sejahtera Kel. Gunung Anyar Tambak Kec. Gunung Anyar)
Junaidi (BKM Kutisari Peduli Kel. KutisariKec. Tenggilis Mejoyo)
Sutrisno (BKM MelatiKel. Mojo Kec. Gubeng)


FKA BKM Zona Surabaya Utara
Ketua:ArifMuryanto (BKM Pakem Sejahtera Kel. Pacar Kembang)
WakilKetua:Agus W (BKM SidomakmurKel. Sidotopo Wetan)
Sekretaris :Oky N (BKM Rangkah Agung Kel. Rangkah)

Hamidi (BKM Bintang Bahari Kel. Sukolilo Baru)
Bendahara :Holila (BKM Paguyupan Berdikari Kel. Sidotopo)
Penasehat :Heri P. (BKM Kedinding Mukti Wibowo Kel. Tanah Kali kedinding)
Anggota :
Mujianto/ Suhermanto (Perak Timur)
Anwar (Wonokusumo)
Yusuf (Kenjeran)
ChoirulAnam (Bulak Banteng)
Hakim (Tambak Rejo)
Muslikhin (Perak Utara)
Wardani (Nyamplungan)
Mudjiono (Kapas Madya)
Suwandi (Gading)
Anwar (Dukuh Setro)
Mariyadi (Ploso)
Mukti Ali (Kemayoran)
Suto (Dupak)
Supardi (Kremb Selatan)
ChoirulAnam (Moro Krembangan)
Riduan (Perak Barat)
Samsul (Ampel)
Yanto (Kedung Cowek)
Nanik (Bulak)
Janan/Sari (Tambak Wedi)
Sukahar/ Zainudin (Pacar Keling)
Suyitno (Pegirian)
Kabul (Ujung)
Wahyudiono (Bongkaran)
Bintoro (Krembangan Utara)
Sudibyo (Tambaksari)
Mahidin (Kapasan)
Sonhaji (Sidodadi)
BpSyaf'i'i (Simolawang)
Fakeh (PacarKembang)

FKA BKM Zona Surabaya Barat

Ketua: M. HadiSumangat( Kec. Sambikerep )
WakilKetuaBidang 1: M. Purwadi (Kec. Dukuh Pakis)
WakilKetuaBidang 2:Sukiswadji (Kec. Tandes)
WakilKetuaBidang 3:Legianto (Kec. Benowo)
WakilKetuaBidang 4: Suharto Achmad( Kec. Pakal)
WakilKetuaBidang 5:Munari (Kec. Lakarsantri)
WakilKetuaBidang 6: MuliekSutartoKec. Sukomanunggal)
Sekretaris: Usman Gumanti (Kec. Asemrowo)
Bendahara: Magdalena Ponay (Kec. Sukomanunggal)

FKA BKM Zona Surabaya Selatan

Koordinator Aktama Ali Yudha BKM Bendul Merisi  Kel. Bendul Kec. Wonocolo
Anggota

Johan Indarto (Kec. Wonokromo)

MohTurmudi (Kec. Jambangan)
Irwandhono (Kec. Wiyung)
Ruswanto Budi W.(Kec. Karangpilang)







FKA BKM Zona Surabaya Pusat
Ketua :Yunus (BKM Petemon)
WakilKetua  :Sutadji (BKM Jepara)
Sekretaris:Hj. Baii (BKM Simokerto)
SetyoRadji (BKM Ketintang)
Bendahara:Suyitno/Kukuh (BKM Kupang Krajan)
SofyanHadi (BKM Sawahan)
Anggota
Gantar/ Rosanti(Alunalun Contong)
Misriyanto( Bubutan)
Koen/ Rianto
Kariyono(Tembok Dukuh)
Basir(Embingkaliasin)
Sholeh( Genteng)
Gunawan(Kapasari)
Samsuri( Ketabang)
Cuk( Peneleh )
Yuyun( DrSutomo)
Imam(Kedungdoro)

Surya/ Basori( Keputran)
Muji (Wonorejo)
Riduwan (Tegal sari)
Udin (Kapasan)
Sonhadji(Sidodadi)
Imam syafii(Simolawang)
Hakim(Tambakrejo)
Wordoko/wahyudin( Banyu Urip)
Soewartoyo(Pakis)
Abd.Manan( Putat Jaya)
Riduan( Gayungan)
Hoyan(DukuhMenanggal)
Mardjani( Menanggal)

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA