KOTAKU Mei 2019 - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Kamis, 16 Mei 2019

Pelatihan KSM, Upaya Mewujudkan Infrastuktur Berkualitas

Pengembangan kapasitas untuk pemerintah daerah dan masyarakat termasuk dukungan dalam perencanaan penanganan permukiman kumuh yang integratif merupakan salah satu komponen program KOTAKU. Hal ini penting dilakukan  dalam rangka mencapai tujuan program KOTAKU. Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pemda dan masyarakat mutlak dilakukan. Pada tahun 2019, Desa Nyalabu Daya Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan menjadi satu-satunya penerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) 2019 dari semua lokasi KOTAKU di Pamekasan umumnya di wilayah Madura. BPM 2019 ini sebagai bagian intervensi program KOTAKU di Desa Nyalabu Daya untuk mengurangi masalah kumuh seluas 10.41 Ha menjadi 0 Ha pada tahun 2019 
 Agar kegiatan itu berrkualitas maka pelatihan terhadap pelaksana kegiatan dalam hal ini  Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang memiliki peran penting sebagai pelaksana pemanfaatan BPM 2019. KSM dituntut mampu menyusun proposal rencana pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Prosedur  Operasional Standar (POS)  penyelenggaraan Infrastruktur skala lingkungan 2019, diantaranya menyusun rencana kerja, rencana pengadaan bahan/alat, rencana tenaga kerja dalam membangun prasarana      berkualitas baik, tepat waktu, tepat biaya, dan tertib administrasi sesuai ketentuan termasuk mendorong swadaya dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.
Pelatihan KSM Pembangunan di Desa Nyalabu Daya dilaksanakan mulai tanggal 2 Mei  sampai 3 Mei 2019 diikuti oleh dua KSM  yaitu KSM Melati dan KSM Mawar. Kegiata ini dilaksanakan di Balai Desa Nyalabu Daya dimulai pukul 14.00-21.30. Kegiatan Pelatihan KSM Pelaksana Pembangunan ini secara khusus agar  KSM  memiliki kemampuan Pertama Mengetahui dan memahami Dokumen Perencanaan Teknis, POS Infrastruktur, POS Pengadaan Barang dan jasa. Kedua Mampu melakukan dengan benar praktek penyusunan proposal sesuai dengan POS Infrastruktur. Ketiga Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan kegiatan yang dapat dipertanggungjawakan secara transparan dan akuntabel (LPJ KSM). Keempat Mampu memfasilitasi aturan bersama yang aplikatif dan sesuai dengan kearifan lokal. Kelima Meningkatkan pemahaman peserta mengenai manajemen pemeliharaan hasil kegiatan infrastruktur
Untuk mencapai tujuan tersebut rangkaian kegiatan pelatihan yang dipandu oleh Tim Pamekasan-1 diawali dengan orientasi materi dan kontrak belajar di mana pada sesi ini peserta diajak untuk mengetahui rangkaian materi pelatihan dan menyepakati waktu pelatihan supaya berjalan efektif dan efesien.
Fokus materi pada hari pertama yang dipandu oleh mas Hanafi selaku Faskel Teknik Tim Pamekasan 1 adalah tentang substansi POS penyelenggaraan infrastruktur skala lingkungan 2019 dan POS pengadaan barang dan jasa serta memahami alur dan mampu dalam penyusunan proposal kegiatan. Seluruh anggota KSM antusias mengikuti setiap materi yang diberikan tersebut.
Pada hari kedua tampak peserta masih semangat mengikuti rangkaian materi yang mana fokus pada mekanisme pencairan dana BPM 2019 yang dipandu oleh Arif Masduki Senior Fasilitator (SF)  Tim Pamekasan 1, pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman tentang syarat dan teknis pencairan dana BPM. Materi Pengendalian pelaksanaan kegiatan, Pencatatan dan Pelaporan Keuangan, LPJ Kegiatan KSM adalah materi yang sangat antusias diikuti oleh peserta karena materi ini dilakukan secara partisipatif. 
 Peserta diajak belajar bersama menyusun pembukuan keuangan KSM, kemudian pada sesi terakhir adalah materi Pemeliharaan dan Perumusan Aturan Bersama. fokus materi ini adalah terkait kelestarian hasil kegiatan dan bagaimana mengoptimalkan peran masyarakat khususnya penerima manfaat mampu menjaga kelestarian hasil kegiatan BPM, adanya aturan bersama  adalah salah satu poin penting bagaimana kelestarian hasil kegiatan tetap terjaga sebagai bentuk rasa memiliki hasil kegiatan karena bagaimanapun juga masyarakat merasakan secara langsung manfaat dari kegiatan ini.
Segenap rangkaian kegiatan pelatihan KSM Pelaksana Pembangunan ini bukanlah sekedar memenuhi syarat pencairan BPM 2019 namun lebih menekankan pada pembekalan KSM supaya mampu secara mandiri dan partisipatif melaksanakan tahapan kegiatan pemanfataan BPM mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pelestarian hasil kegiatan[] 
Arief Masduki Penulis adalah Senior Fasilitator Kabupaten Pamekasan






Selasa, 14 Mei 2019

BERUBAH ATAU NYAMAN

Hidup di mulai pada saat kita meninggalkan zona kenyamanan untuk berubah. Berubah itu tidak nyaman. Jika ingin nyaman saja, lebih baik tidak usah berubah. Tidak ada perbaikan tanpa perubahan. Perubahan tidak selalu lebih baik, dan tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan. Berubah atau Tidak, tetaplah dipaksa harus mengikuti perubahan Parlindungan Marpaung

Senin, 13 Mei 2019

MP2K dan Kualitas Pembangunan Infrastruktur

Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi niscaya. Warga tak hanya menjadi penonton dalam pembangunan dewasa ini. Oleh karena itu disaat melakukan Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (MP2K) pada hari kamis (9/5) jam 13.30 WIB di Kantor Desa Nyalabu Daya berjalan masyarakat tampak antusias mengikuti pertemun tersebut. Sekitar 21 orang yang hadir waktu itu, terdiri dari Tim Koorkot 04 Surabaya 7 Orang, Tim Faskel BPM Pamekasan 3 orang, Askot Mandiri Pamekasan KSM 8 orang dan BKM Amanah 3 orang.
Dalam paparanya, saat MP2K berlangsung, Askot Urban Planer Hawalia secara utuh menyampaikan kepada KSM, LKM dan kepada semua yang hadir waktu itu bahwa MP2K. Pada prinsipnya MP2K merupakan musyawarah yang diselenggarakan antara BKM yang dimotori oleh Unit Pengelola Lingkungan  (UPL) bersama dengan para anggota KSM yang akan melaksanakan kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) program KOTAKU yang membahas tentang persiapan dan tata laksana penyelenggaraan kegiatan Infrastruktur dalam rangka penanganan kumuh di Desa Nyalabu Daya Kabupaten Pamekasan.
  Adapun hal-hal yang dibahas dalam musyawarah ini antara lain : Pertama Penyampaian usulan kegiatan yang telah disepakati oleh BKM dalam rembug kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan dalam upaya penanganan kumuh. Usulan kegiatan ini berupa proposal kegiatan KSM yang dilengkapi dengan dokumen teknis berupa Detail Engenering Desain (DED) Rencana Anggaran Biaya (RAB)  dan Rencana Kerja Syarat (RKS) Kedua menyamakan persepsi antara BKM yang diwakili oleh UPL dan KSM serta disaksikan oleh para tokoh masyarakat dan Tim Fasilitator KOTAKU terkait Nilai usulan kegiatan (nilai BPM) termasuk di dalamnya terminasi pencairan serta syarat pemanfaatannya. Jenis kegiatan (termasuk  sub kegiatan terkait ) yang meliputi volume pekerjaan serta spesifikasi teknis pekerjaan, pengadaan tenaga/upah, pengadaan barang/material serta pengadaan alat bila diperlukan.
Dalam hal ini MP2K juga dibahas mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, tetapi ada hal khusus yang dibahas apabila  terjadi hal khusus terkait force majeure atau hal lain terkait penyimpangan yang dilakukan KSM Penyepakatan dan penyamaan persepsi terkait perubahan wajah kawasan yang sesuai dengan konsep dan tema kawasan yang sudah disepakati oleh semua warga.
Selama ini O dan P dimana saat ini berubah menjadi Kelompok Penerima dan Pemanfaat (KPP) belum berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu yang harus ditegaskan memastikan adanya KPP berjalan sesuai peran fungsinya dalam Struktur Organisasi lapangan serta memiliki program kerja dalam operasional pemeliharaan pasca konstruksi. Pengendalian kualitas konstruksi sesuai dengan  kualitas yang disyaratkan dalam perencanaan teknis yang ada di proposal, menentukan metode pelaksanaan pekerjaan menjadi hal yang tidak perlu ditawar lagi
Sementara Supri sementara Askot Manajemen Keuangan (MK)  bahwa dalam proses pemanfaaan BPM di Desa Nyalabu Daya yang harus dipersiapkan itu adalah pencairan dana BPM dari  Rekening  BKM ke KSM dilakukan secara Non Kas atau transfer antar rekening  Bank. Sekretaris BKM  wajib mempersiapkan buku secretariat, seperti buku  KAS, BANK, BOP, BUKU LINGKUNGAN, BUKU SOSIAL, BUKU PKM, REGISTER INVENTARIS dan BUKU LPPU/Cashflowbukti transaksi kas masuk/keluar serta pemindah bukuan. Semua buku itu harus sudah terjilid rapi. 
Tidak kalah pentingnya yang harus dipersiapkan oleh KSM yaitu KSM melakukan survey tiga  toko (baca.pos skala lingkungan hal, 16) setelah di sepakati toko yang di maksud segera membuat surat perjanjian /Berita acara yang isinya antara lain,  pembelian di atas 10 juta maka akan dilakukan secara transfer kepada rekening, toko atau pemilik toko. Di samping itu, tenaga kerja /tukang yang akan bekerja di lokasi BPM sudah dilatih.Begitu juga dengan Bendahara KSM sudah di coaching pembukuan KSM melalui PKM. Coaching pembukuan meliputi buku BUKU KAS, BUKU BANK, BUKU LPPU, BUKU LAP. RENCANA DAN REALISASI, Buku Dana kegiatan Infrastruktur dan swadaya, Buku Rincian penerimaan Swadaya, Bukti kas masuk, Bukti kas keluar dan Pemindahbukuan. Yang tidak kalah pentingnya adalah KSM bertanggungjawab kepada BKM dalam kegiatan pelaksanaan BPM,  KM wajib mengontrol kegiatan KSM infra melalui UPL selaku Gugus tugas BKM.
Tentu dengan dilakukannya MP2K dilokasi BPM Desa Nyalabu Daya dengan melibatkan TIM Koorkot, Tim Faskel dan BKM-KSM, pembangunan infstruktur bisa berkualitas. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya menuntaskan persoalan kumuh semata, lebih dari itu, berdampak pada peningkatan ekonomi warga agar kesejahteraan masyarakat tidak sekadar ilusi[]

Minggu, 12 Mei 2019

Sarapan di samping Masjid Jamik Kab Sumenep

Jumat, 10 Mei 2019

Rapat Kordinasi dengan Satker PIP dan Bappeko

Monitoring Kelurahan Juncancang

Kelurahan Kalisari

Kelurahan Kapasan

Rabu, 08 Mei 2019

pertemuan semua BKM se Surabaya dengan Bappeko

Pertemuan dengan BKM se surabaya di Bappeko

Bolehkah menyongok untuk mengajarkan anak Berpuasa

Selasa, 07 Mei 2019

2019 Kota Surabaya Bebas Kumuh

Kepala Bappeko Eri Cahyadi menyampaikan materi
Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berikhtiar dan bersungguh-sungguh. Itulah kalimat inspiratif yang disampaikan oleh Eri Cahyadi  Kepala Bappeko Surabaya, disela-sela paparanya dalam acara pertemuan dengan Badan Keswadayaan Masyarakat ( BKM) pada hari kamis (2/5) di Gedung Majapahit. Tentu kita ingat Novel Best seller Man Jadda Wajada karya Ahmad Fuadi.
  Acara yang bertema “Integrasi dan Kolaborasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman”  dengan peserta BKM kurang lebih 300 orang dari 154 Kelurahan Kota Surabaya, Satker-PPK, LSM dan kader hijau, Team Leader OSP 3 Abdus Salam, turut hadir dalam pertemuan itu.
Tepat jam 13.15 menit acara diskusi publik dimulai, yang didapuk menjadi moderator adalah Hery, Hery mengulas panjang lebar terkait dengan 100-0-100. Dilanjut materi pertama oleh Bapak Heri Cahyadi selaku Kepala Bappeko dengan materi Grand Design Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kota Surabaya. Eri Cahyadi sangat apresiatif dengan bertemu langsung dengan  BKM selaku kader dan relawan program yang sudah teruji mulai tahun 1999 sampai sekarang.Eri menyampaikan bahwa luasan kumuh Kota Surabaya seluas 145,89 ha yang tersebar di 26 Kelurahan hal ini berdasarkan SK Walikota Nomor:188.45/143/436.1.2/2015. Sampai saat ini yang kumuh di Kota Surabaya masih tersisa 43,46 ha. Eri menyampaikan bahwa tahun 2019 persoalan kumuh di Kota Surabaya harus 0 ha kumuh. Masak kita tidak mampu menuntaskan dan bisa me-nolkan kumuh di Surabaya, wong kita punya uang, kelakar Eri Cahyadi.
Koorkot Surabaya menyampaikan materi Kolaborasi

Energik dan tanpa basa basi Eri menyampaikan bahwa jika ada warga baik itu BKM, RT,RW menyampaikan usulan terkait pembangunan yang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musyrenbang) disampaikan saja. Jika usulan itu tidak diakomodasi maka jabatan saya taruhannya tutur Eri.hal itu disampaikan oleh Eri saat menanggapi pertanyaan  dari BKM Wonokusumo yang menilai bahwa pembangunan yang melalui Program Kota Tanpa Kumuh gagal.
Sementara materi kedua disampaikan oleh Abdus Salam sebagai Koordinator Kota Surabaya, Salam banyak mengupas terkait pentingnya kolaborasi untuk menuntaskan persoalan kumuh di Surabaya, semua harus berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk menuntaskan kumuh, persoalan kumuh tak hanya dipundakkan kepada pemerintah saja, keterlibatan semua pihak, perguruan tinggi LSM, swasta harus menjadi bagian untuk bersama –sama menyelesaikan permasalahan kumuh. Lebih-lebih BKM sebagai relawan pembangunan yang sudah malang melintang dan ujung tombak pembangunan. Di samping pentingnya kolaborasi untuk menuntaskan kumuh, maka ekonomi bergulir sebagai dana stimulan dalam melahirkan keberdayaan masyarakat harus digarap dan ditata lagi. Hal ini penting karena KSM yang macet total di Kota Surabaya itu mencapai 4.114. 156.000 (empat miliar seratus empat belas juta seratus lima puluh enam ribu rupiah) belum lagi KSM yang meragukan, menunggak. Jika dana yang macet itu bisa lancar, maka menuntaskan kumuh bukan hal yang sulit.
Poto bersama BKM dengan Kepala Bappeko

Tuntutan salah satu BKM bahkan BKM secara jamak meminta perhatian kepada pemeritah, hal itu disampaikan oleh BKM dalam sesi Tanya jawab. Hampir semua BKM menanyakan mengenai posisinya, eksistensinya keberlanjutannya mengingat saat ini BKM berbeda seperti zaman PNPM Mandiri Perkotaan di mana setiap tahunnya ada bantuan dana yang masuk ke rekening BKM. Sejak tahun 2015, Bantuan yang dikenal dengan Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM) itu distop atau diberhentikan, sementara Bantuan Dana Investasi (BDI) dalam Program KOTAKU tidak seperti PNPM MP yang semua Desa/kelurahan mendapatkan BLM, tetapi berdasarkan SK Kumuh Walikota/Bupati, mengingat program KOTAKU adalah program yang harus menuntaskan persoalan kumuh [Redaksi]







Kamis, 02 Mei 2019

Merdeka dari Serangan Sampah

Diskusi tentang sampah dengan LSM NOL Sampah
Rabu pada tanggal 23 bulan April Tim Kotaku Koordinator Surabaya bersama tim fasilitator belajar tentang pengelolaan sampah. Sampah menjadi hantu yang menakutkan, terutama sampah plastik. Sharing terkait  sampah langsung disampaikan oleh Hermawan Some sebagai Ketua LSM Nol sampah Surabaya. Persinggungannya dengan permasalahan sampah sudah tidak diragukan lagi. 
Wawan sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan sampah, pertama mengurangi (reduce) kedua pakai ulang (re use) dan ketiga daur ulang ( recycle). Tiga prinisip utama itulah yang harus disampaikan dan menjadi proyeksi utama bagi masyarakat agar tidak tertimbun dan mati karena sampah.
Wawan mengajak agar masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar, merawat lingkungan sama dengan merawat keberlangsungan ekosistem  kita dan kehidupan kita. Memulai dari hal kecil yang bisa dan mudah dilakukan oleh semua orang baik laki-laki dan perempuan. Hal itu juga ditegaskan bahwa merawat lingkungan itu dengan tidak mudah membuang sampah sembarangan, apalagi sampah berbahan plastik. Ketidaktahuan kita terhadap bahaya sampah plastik seringkali abai dan acuh tak acuh bahkan masa bodoh membuang plastik sembarangan. Sampah berbahan plastik bisa terurai kurang lebih 100 tahun dan sampah berbahan popok habis pakai bisa terurai sekitar 500 tahun. Masyarakat tidak menyadari hal itu              
Sampah berbahan plastik sungguh mengerikan dan membahayakan.  Di Kota Surabaya dalam setiap  harinya menghasilkan sampah yang masuk TPA mencapai 300 truk atau sekitar 1,200 ton (baca.Nol Sampah) Tentu ini menjadi keperihatinan kita. Fakta ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat mengenai sampah plastik masih sangat awam.
 Sampai detik ini, masyarakat masih menjadikan sungai menjadi tempat pembuangan sampah terpanjang. Masyarakat tak berpikir panjang mengenai dampak dari membuang sampah di sungai. Fakta ini menjadi bukti bahwa merubah perilaku masyarakat menjadi tanggungjawab kita semua. Pemerintah, kelompok perduli, aktivis lingkungan dan perguruan tinggi agar sosialisasi tentang bahaya sampah plastik dilakukan tiada henti ke masyarakat secara terus menerus. Menjadikan sampah utamanya sampah plastik sebagai musuh bersama dan ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem dan kehidupan kita. Mari kita mulai dari sekarang dan dari kita sendiri untuk mengurangi sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan[Redaksi]


#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA