KOTAKU Merdeka dari Serangan Sampah - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Kamis, 02 Mei 2019

Merdeka dari Serangan Sampah

Diskusi tentang sampah dengan LSM NOL Sampah
Rabu pada tanggal 23 bulan April Tim Kotaku Koordinator Surabaya bersama tim fasilitator belajar tentang pengelolaan sampah. Sampah menjadi hantu yang menakutkan, terutama sampah plastik. Sharing terkait  sampah langsung disampaikan oleh Hermawan Some sebagai Ketua LSM Nol sampah Surabaya. Persinggungannya dengan permasalahan sampah sudah tidak diragukan lagi. 
Wawan sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan sampah, pertama mengurangi (reduce) kedua pakai ulang (re use) dan ketiga daur ulang ( recycle). Tiga prinisip utama itulah yang harus disampaikan dan menjadi proyeksi utama bagi masyarakat agar tidak tertimbun dan mati karena sampah.
Wawan mengajak agar masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar, merawat lingkungan sama dengan merawat keberlangsungan ekosistem  kita dan kehidupan kita. Memulai dari hal kecil yang bisa dan mudah dilakukan oleh semua orang baik laki-laki dan perempuan. Hal itu juga ditegaskan bahwa merawat lingkungan itu dengan tidak mudah membuang sampah sembarangan, apalagi sampah berbahan plastik. Ketidaktahuan kita terhadap bahaya sampah plastik seringkali abai dan acuh tak acuh bahkan masa bodoh membuang plastik sembarangan. Sampah berbahan plastik bisa terurai kurang lebih 100 tahun dan sampah berbahan popok habis pakai bisa terurai sekitar 500 tahun. Masyarakat tidak menyadari hal itu              
Sampah berbahan plastik sungguh mengerikan dan membahayakan.  Di Kota Surabaya dalam setiap  harinya menghasilkan sampah yang masuk TPA mencapai 300 truk atau sekitar 1,200 ton (baca.Nol Sampah) Tentu ini menjadi keperihatinan kita. Fakta ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat mengenai sampah plastik masih sangat awam.
 Sampai detik ini, masyarakat masih menjadikan sungai menjadi tempat pembuangan sampah terpanjang. Masyarakat tak berpikir panjang mengenai dampak dari membuang sampah di sungai. Fakta ini menjadi bukti bahwa merubah perilaku masyarakat menjadi tanggungjawab kita semua. Pemerintah, kelompok perduli, aktivis lingkungan dan perguruan tinggi agar sosialisasi tentang bahaya sampah plastik dilakukan tiada henti ke masyarakat secara terus menerus. Menjadikan sampah utamanya sampah plastik sebagai musuh bersama dan ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem dan kehidupan kita. Mari kita mulai dari sekarang dan dari kita sendiri untuk mengurangi sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan[Redaksi]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA