KOTAKU MP2K dan Kualitas Pembangunan Infrastruktur - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Senin, 13 Mei 2019

MP2K dan Kualitas Pembangunan Infrastruktur

Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi niscaya. Warga tak hanya menjadi penonton dalam pembangunan dewasa ini. Oleh karena itu disaat melakukan Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (MP2K) pada hari kamis (9/5) jam 13.30 WIB di Kantor Desa Nyalabu Daya berjalan masyarakat tampak antusias mengikuti pertemun tersebut. Sekitar 21 orang yang hadir waktu itu, terdiri dari Tim Koorkot 04 Surabaya 7 Orang, Tim Faskel BPM Pamekasan 3 orang, Askot Mandiri Pamekasan KSM 8 orang dan BKM Amanah 3 orang.
Dalam paparanya, saat MP2K berlangsung, Askot Urban Planer Hawalia secara utuh menyampaikan kepada KSM, LKM dan kepada semua yang hadir waktu itu bahwa MP2K. Pada prinsipnya MP2K merupakan musyawarah yang diselenggarakan antara BKM yang dimotori oleh Unit Pengelola Lingkungan  (UPL) bersama dengan para anggota KSM yang akan melaksanakan kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) program KOTAKU yang membahas tentang persiapan dan tata laksana penyelenggaraan kegiatan Infrastruktur dalam rangka penanganan kumuh di Desa Nyalabu Daya Kabupaten Pamekasan.
  Adapun hal-hal yang dibahas dalam musyawarah ini antara lain : Pertama Penyampaian usulan kegiatan yang telah disepakati oleh BKM dalam rembug kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan dalam upaya penanganan kumuh. Usulan kegiatan ini berupa proposal kegiatan KSM yang dilengkapi dengan dokumen teknis berupa Detail Engenering Desain (DED) Rencana Anggaran Biaya (RAB)  dan Rencana Kerja Syarat (RKS) Kedua menyamakan persepsi antara BKM yang diwakili oleh UPL dan KSM serta disaksikan oleh para tokoh masyarakat dan Tim Fasilitator KOTAKU terkait Nilai usulan kegiatan (nilai BPM) termasuk di dalamnya terminasi pencairan serta syarat pemanfaatannya. Jenis kegiatan (termasuk  sub kegiatan terkait ) yang meliputi volume pekerjaan serta spesifikasi teknis pekerjaan, pengadaan tenaga/upah, pengadaan barang/material serta pengadaan alat bila diperlukan.
Dalam hal ini MP2K juga dibahas mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, tetapi ada hal khusus yang dibahas apabila  terjadi hal khusus terkait force majeure atau hal lain terkait penyimpangan yang dilakukan KSM Penyepakatan dan penyamaan persepsi terkait perubahan wajah kawasan yang sesuai dengan konsep dan tema kawasan yang sudah disepakati oleh semua warga.
Selama ini O dan P dimana saat ini berubah menjadi Kelompok Penerima dan Pemanfaat (KPP) belum berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu yang harus ditegaskan memastikan adanya KPP berjalan sesuai peran fungsinya dalam Struktur Organisasi lapangan serta memiliki program kerja dalam operasional pemeliharaan pasca konstruksi. Pengendalian kualitas konstruksi sesuai dengan  kualitas yang disyaratkan dalam perencanaan teknis yang ada di proposal, menentukan metode pelaksanaan pekerjaan menjadi hal yang tidak perlu ditawar lagi
Sementara Supri sementara Askot Manajemen Keuangan (MK)  bahwa dalam proses pemanfaaan BPM di Desa Nyalabu Daya yang harus dipersiapkan itu adalah pencairan dana BPM dari  Rekening  BKM ke KSM dilakukan secara Non Kas atau transfer antar rekening  Bank. Sekretaris BKM  wajib mempersiapkan buku secretariat, seperti buku  KAS, BANK, BOP, BUKU LINGKUNGAN, BUKU SOSIAL, BUKU PKM, REGISTER INVENTARIS dan BUKU LPPU/Cashflowbukti transaksi kas masuk/keluar serta pemindah bukuan. Semua buku itu harus sudah terjilid rapi. 
Tidak kalah pentingnya yang harus dipersiapkan oleh KSM yaitu KSM melakukan survey tiga  toko (baca.pos skala lingkungan hal, 16) setelah di sepakati toko yang di maksud segera membuat surat perjanjian /Berita acara yang isinya antara lain,  pembelian di atas 10 juta maka akan dilakukan secara transfer kepada rekening, toko atau pemilik toko. Di samping itu, tenaga kerja /tukang yang akan bekerja di lokasi BPM sudah dilatih.Begitu juga dengan Bendahara KSM sudah di coaching pembukuan KSM melalui PKM. Coaching pembukuan meliputi buku BUKU KAS, BUKU BANK, BUKU LPPU, BUKU LAP. RENCANA DAN REALISASI, Buku Dana kegiatan Infrastruktur dan swadaya, Buku Rincian penerimaan Swadaya, Bukti kas masuk, Bukti kas keluar dan Pemindahbukuan. Yang tidak kalah pentingnya adalah KSM bertanggungjawab kepada BKM dalam kegiatan pelaksanaan BPM,  KM wajib mengontrol kegiatan KSM infra melalui UPL selaku Gugus tugas BKM.
Tentu dengan dilakukannya MP2K dilokasi BPM Desa Nyalabu Daya dengan melibatkan TIM Koorkot, Tim Faskel dan BKM-KSM, pembangunan infstruktur bisa berkualitas. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya menuntaskan persoalan kumuh semata, lebih dari itu, berdampak pada peningkatan ekonomi warga agar kesejahteraan masyarakat tidak sekadar ilusi[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA