KOTAKU Juni 2019 - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Senin, 24 Juni 2019

Tim Gabungan OSP 3 Jawa Timur dan Tim Koorkot Surabaya Tinjau Lokasi BPM 2019

TA Monev Bapak Husnul memberikan tausiah mengenai kegiatan Infra
Pengendalian adalah kunci utama agar proses pembangunan infrastruktur tak melenceng dari aturan dan standar baku yang menjadi pijakan. Oleh karena itu kami pada hari Rabu 19 (6/19)  dari Tim Koorkot Surabaya dan TIM OSP 3 Jawa Timur sudah kesekian kalinya berkunjung ke Desa Nyalabu Daya Kabupaten Pamekasan untuk memantau langsung agar pembangunan yang didanani oleh Pemerintah pusat sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan. Dari OSP 3 Jawa Timur  yang memantau langsung Agus SB sebagai TA Infra, Husnul TA Monev dan Soni W sebagai TA UP. Tak ketinggalan  SPF Lenny yang mengurus persiapan pemberkasan tahap II ikut memantau progress kegiatan tahap I 

 Desa Nyalabu Daya satu-satunya dari 18 Desa/kel di Kabupaten Pamekasan dan 208 dari total dampingan koorkot Kluster 4 Surabaya yang mendapatkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) tahun ini. Besar harapan kami bahwa pembangunan yang dilakukan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar  (POS) infrastruktur. Bahkan harapan kami  pembangunan yang dilakukan malampaui cita-cita kami sehingga pembangunan yang dilakukan tak hanya persoalan struktur semata, tetapi menajdi ikon perubahan wajah yang memantik masyarakat sekitar untuk berkunjung, meskipun, Soni sebagai TA UP juga mengalami kerepotan karena geografisnya pedesaan.
Agus SB TA Infra cek langsung pembangunan Tahap I
Sebelum ke lapangan, kami tim Koorkot dan OSP3 melakukan rembug terkait harapan, tentang pembangunan yang dilakukan di Desa Nyalabu Daya, hal ini dilakukan mengingat kejadian BDI tahun 2018 pembangunan infrastruktur yang didanai oleh BDI tak sesuai harapan bahkan mengecewakan. Harapan dan pesan itulah yang disampaikan oleh pihak OSP 3 Jawa Timur, Tim Koorkot Surabaya kapada KSM, KPP dan BKM di rumah ibu Erna salah satu PK BKM Amanah

Sebagaimana TA Monev Husnul menyampaikan bahwa kegiatan itu harus tepat waktu, tepat sasaran, tepat administrasi. Kegiatannya bagus, tetapi tidak tepat waktu, pembukuannya salah, maka itu juga tidak benar, dan yang paling urgen adalah berkontribusi kepada pengurangan kumuh. Dan Desa Nyalabu daya termasuk salah satu Desa penerima BPM tahun 2019 dilingkungan OSP 3 yang progresnya lebih cepat jika dibandingkan dengan Kabupaten yang lain.Progres fisik sampai saat ini mencapai 65%,Tim OSP 3 Jawa Timur mengapresiasi kepada Askot Mandiri Musfar Aris, TIM Fasiltator Peningkatan dan BKM, KSM dan masyarakat Desa Nyalabu Daya .

Sementara Agus SB menyampaikan, bahwa pembangunan itu harus taat asas, sesuai dengan DED sesuai dengan perencanaan dan sesuai aturan sebagaimana termaktub dalam POS infrastruktur itu. Soni juga menambahkan bahwa perubahan wajah menjadi bagian penting dalam penataan skala lingkungan dewasa ini, meskipun di sisi lain butuh kerja keras untuk mendesain perubahan wajah di pedesaan. Setelah melakukan rembug, tim dibagi dua, TA Monev, dan Askot MK Supri ditemani Fasilitator Ekonomi Elly  melakukan pengecekan  administrasi, sementara TA UP, TA Infra dan Tim Koorkot lainnya meninjau langsung ke lokasi BPM di Desa Nyalabu Daya [AS]


Sabtu, 22 Juni 2019

KOTAKU MATI


Judul Focus Group Discussion (FGD) yang menggelitik di tengah gencar-gencarnya isu lingkungan dan penataan kota. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dari Kampus Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Herman, itulah nama mahasiswa ITS  Jurusan Penataan Wilayah Kota yang tertarik meneliti program KOTAKU, berkali-kali ke kantor Koorkot untuk melakukan wawancara tentang program Kotaku. Lokasi penelitan yang dijadikan Studi Kasus di Kelurahan Wonokusumo. Kelurahan Wonokusomo termasuk lokasi SK Wali kota yang teridentifikasi kumuh.
  Pada hari Rabu jam 19.30 (19/6) sebagai bagian dari penggalian data, maka peneliti melakukan Focus Group Discussion (FGD)  bertempat di Balai RW 7 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir. Adapun yang hadir dalam acara FGD antara lain Yasmin Islamiyah dan Syahri Motivator Wilayah utara dari Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH)  Zainul Tenaga Ahli Financing Institutional Collaboration (FIC) OSP3 Jawa Timur Prasetyo dari Asisten Koorkot Kelembagaan dan Kolaborasi (KK) Kluster Surabaya, Tim Fasilitator Kotaku dan perwakilan warga Kelurahan Wonokusumo
Acara  FGD yang dihadiri 25 orang itu  membahas mengenai partisipasi masyarakat dalam penanganan kumuh. Yasmin mengatakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tidak datang tiba-tiba, tetapi membutuhkan  waktu dan proses panjang. Hal itu perlu dilakukan berulang-ulang,  perubahan perilaku, terjadi apabila masyarakat memahami pentingnya kebersihan lingkungan. Fasilitatasi terhadap masyarakat dilakukan secara kontinyu, karena masyarakat enggan berpartisipasi dalam penanganan kumuh karena masyarakat sendiri tidak paham apa itu lingkungan yang sehat, tutur Yasmin
Sementara Syahri, menyampaikan bahwa untuk melahirkan lingkungan yang sehat dan tidak kumuh memerlukan pendekatan 4 M, yakni, mengajak, mendampingi, motivasi dan mengevaluasi dengan pendekatan 4 M itu lingkungan sehat,asri nyaman terbukti. Ia mencontohkan Kelurahan Genteng yang  menjadi juara dalam program Green and Clean
Syahri menambahkan jika dikalkulasi atau dinominalisasi dengan uang atau hadiah dari Pemerintah Kota (Pemkot) sebabagai reward dari program Green and Clean sama sekali tidak ada artinya jika dibandingakan dengan swadaya warga yang melahirkan kampung Green and Clean. Bahkan keterlibatan media seperti Jawa Pos yang memuat berita Green and Clean shingga memicu masyarakat untuk semakin giat berkompetisi dalam melahirkan kampong Green and Clean
Mahardika selaku dosen kemahasiswaan ITS, memantik pertanyaan dalam acara FGD, apakah dalam kegiatan penuntasan kumuh di program KOTAKU juga menciptakan partisipasi yang tinggi, jika dibandingkan dengan program Green and Clean, ?jika program Green and Clean partisipasi warga sebagai proyeksi utama dalam melahirkan Green and Clean bagaimana dengan program KOTAKU?  Pertanyaan itu kemudian direspon oleh Zainul sebagai Tenaga Ahli Financing Institutional and Collaboration (FIC) OSP 3 Jawa Timur bahwa Program KOTAKU bisa dilakukan dilokasi penanganan kawasan kumuh apabila dilakukan banyak pihak. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama dalam penanangan kumuh, karena penanganan kawasan kumuh tidak hanya satu pihak atau dari pusat  tetapi dari berbagai elemen masyarakat ujar Zainul.Di tingkat kota melalui POKJA PKP, di masyarakt melalui  BKM.
 Prastyo melengkapi apa yang disampaikan Zainul mengenai pentingnya kolaborasi dalam penanganan kumuh, Pras sapaan akrabnya menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dilalui melalui pembuatan base line yang berujung pada munculnya dokomen perencanaan seperti Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) sebagai puncak perencanaan yang partisipatif. Tak terasa pukul 21.30 akhirnya FGD mengenai partisipasi dalam penanganan kumuh berakhir dan selesai [Pras]



#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA