KOTAKU KOTAKU MATI - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Sabtu, 22 Juni 2019

KOTAKU MATI


Judul Focus Group Discussion (FGD) yang menggelitik di tengah gencar-gencarnya isu lingkungan dan penataan kota. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dari Kampus Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Herman, itulah nama mahasiswa ITS  Jurusan Penataan Wilayah Kota yang tertarik meneliti program KOTAKU, berkali-kali ke kantor Koorkot untuk melakukan wawancara tentang program Kotaku. Lokasi penelitan yang dijadikan Studi Kasus di Kelurahan Wonokusumo. Kelurahan Wonokusomo termasuk lokasi SK Wali kota yang teridentifikasi kumuh.
  Pada hari Rabu jam 19.30 (19/6) sebagai bagian dari penggalian data, maka peneliti melakukan Focus Group Discussion (FGD)  bertempat di Balai RW 7 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir. Adapun yang hadir dalam acara FGD antara lain Yasmin Islamiyah dan Syahri Motivator Wilayah utara dari Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH)  Zainul Tenaga Ahli Financing Institutional Collaboration (FIC) OSP3 Jawa Timur Prasetyo dari Asisten Koorkot Kelembagaan dan Kolaborasi (KK) Kluster Surabaya, Tim Fasilitator Kotaku dan perwakilan warga Kelurahan Wonokusumo
Acara  FGD yang dihadiri 25 orang itu  membahas mengenai partisipasi masyarakat dalam penanganan kumuh. Yasmin mengatakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tidak datang tiba-tiba, tetapi membutuhkan  waktu dan proses panjang. Hal itu perlu dilakukan berulang-ulang,  perubahan perilaku, terjadi apabila masyarakat memahami pentingnya kebersihan lingkungan. Fasilitatasi terhadap masyarakat dilakukan secara kontinyu, karena masyarakat enggan berpartisipasi dalam penanganan kumuh karena masyarakat sendiri tidak paham apa itu lingkungan yang sehat, tutur Yasmin
Sementara Syahri, menyampaikan bahwa untuk melahirkan lingkungan yang sehat dan tidak kumuh memerlukan pendekatan 4 M, yakni, mengajak, mendampingi, motivasi dan mengevaluasi dengan pendekatan 4 M itu lingkungan sehat,asri nyaman terbukti. Ia mencontohkan Kelurahan Genteng yang  menjadi juara dalam program Green and Clean
Syahri menambahkan jika dikalkulasi atau dinominalisasi dengan uang atau hadiah dari Pemerintah Kota (Pemkot) sebabagai reward dari program Green and Clean sama sekali tidak ada artinya jika dibandingakan dengan swadaya warga yang melahirkan kampung Green and Clean. Bahkan keterlibatan media seperti Jawa Pos yang memuat berita Green and Clean shingga memicu masyarakat untuk semakin giat berkompetisi dalam melahirkan kampong Green and Clean
Mahardika selaku dosen kemahasiswaan ITS, memantik pertanyaan dalam acara FGD, apakah dalam kegiatan penuntasan kumuh di program KOTAKU juga menciptakan partisipasi yang tinggi, jika dibandingkan dengan program Green and Clean, ?jika program Green and Clean partisipasi warga sebagai proyeksi utama dalam melahirkan Green and Clean bagaimana dengan program KOTAKU?  Pertanyaan itu kemudian direspon oleh Zainul sebagai Tenaga Ahli Financing Institutional and Collaboration (FIC) OSP 3 Jawa Timur bahwa Program KOTAKU bisa dilakukan dilokasi penanganan kawasan kumuh apabila dilakukan banyak pihak. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama dalam penanangan kumuh, karena penanganan kawasan kumuh tidak hanya satu pihak atau dari pusat  tetapi dari berbagai elemen masyarakat ujar Zainul.Di tingkat kota melalui POKJA PKP, di masyarakt melalui  BKM.
 Prastyo melengkapi apa yang disampaikan Zainul mengenai pentingnya kolaborasi dalam penanganan kumuh, Pras sapaan akrabnya menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dilalui melalui pembuatan base line yang berujung pada munculnya dokomen perencanaan seperti Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) sebagai puncak perencanaan yang partisipatif. Tak terasa pukul 21.30 akhirnya FGD mengenai partisipasi dalam penanganan kumuh berakhir dan selesai [Pras]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA