KOTAKU Budaya Hidup Bersih dan Sehat menjadi Tema KBIK - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Rabu, 31 Juli 2019

Budaya Hidup Bersih dan Sehat menjadi Tema KBIK

Sedikitnya, ada tiga problem mendasar yang menjadi pokok pembahasan pada kegiatan ini ialah, pertama, partisipasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kedua, evaluasi kinerja (evkin) triwulanan, dan terakhir, soal strategi pendampingan di lapang.

Wadah untuk curah pendapat dan silaturrahim tersebut dipandu oleh Siti Harlina pada, Selasa (30/7) kemarin, selama seharian penuh, bertempat di lokasi destinasi wisata Sumber Maron, Malang selatan. "Agar tidak melebar, saya kerucutkan pembahasannya menjadi tiga point," kata Lina. "Yakni, partisipasi masyarakat untuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), evaluasi kinerja triwulanan dan strategi pendampingan ke depan," sambungnya.
Lina mengakui, merubah perilaku seseorang tak semudah membalik telapak tangan. Intensitas penyadaran kepada masyarakatpun menjadi parameter keberhasilan merubah perilaku. "Hendaknya dari masing-masing kita selalu menyempatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, misalnya," Lina mencontohkan.  "Perubahan besar pastinya dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu, paling tidak untuk menggugah kesadaran masyarakat bisa di mulai dari kebersihan rumah tangga. Lambat laun perilaku demikian akan menjamur di masyarakat secara keseluruhan," lanjut mantan senior fasilitator Program Kotaku itu.
Kendati demikian, ia menyemangati kawan-kawan timnya agar tidak mudah patah arang bahwa proses ini memang membutuhkan waktu lama. "Karena ini bagian dari pekerjaan kita, jadikanlah proses ini sebagai ibadah sosial sekalipun dalam rentang waktu yang sangat lama," Lina menyemangati.
Saat memasuki pembahasan point kedua tentang evaluasi kinerja, ia beberkan progres kinerja tim. Bahwa ada beberapa hal yang belum tuntas, salah satunya adalah pelaporan audit pendanaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Menurutnya, berkas yang masuk ke auditor independen sebanyak 42 berkas saja dari total 154 BKM yang belum melakukan audit.  "Pelaporan audit ini menyangkut akuntabilitas dan transparansi kelembagaan BKM. Jadi, kedepannya kita fokus mendampingi BKM yang belum melakukan audit. Sementara yang berhasil di auditkan sebanyak 42 BKM dan ada beberapa yang tinggal menunggu hasilnya saja." beber Lina.
Menanggapi hal itu, Nurma Sulistyawati, fasilitator sosial berkisah soal kondisi di lapang. "Ada beberapa BKM yang memang sama sekali tidak memiliki sumber pendanaan untuk melakukan audit dan ada pula berkas-berkas yang masih nyangkut di fasilitator sebelumnya, tetapi kedepan saya akan komunikasikan dengan pihak terkait," dalihnya.

Sebelumnya, pada bulan februari yang lalu telah dilaksanakan assesment Senior Fasilitator (SF) dan Fasilitator Kelurahan (Faskel) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) secara nasional. Hampir 70 persen tenaga pendamping gugur dalam test assesment tersebut.

"Ibarat perang, amunisi persenjataan dan logistik prajurit mulai berkurang," tandas Lina di sela-sela pembahasan point terakhir KBIK yakni strategi pendampingan fasilitator. "Perlu tenaga ekstra dan mobilitas tinggi untuk mengatur ritme pendampingan, makanya, strategi zonasi dan mengefektifkan kembali FKA BKM adalah solusi tepat dalam melakukan pendampingan," tandasnya.  Harapannya, pemangku kebijakan dari pusat hingga daerah mengkaji ulang atas jumlah personil pendamping di kota-kota besar. "Lima orang personil fasilitator ini tidak sebanding dengan jumlah lokasi dampingan yang ada di Surabaya," tambahnya.

Ilyasin Yusuf Penulis adalah Fasilitator Sosial Kota Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA