KOTAKU Komitmen Dinas DKRTH dalam menuntaskan Kumuh di Kota Surabaya - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Kamis, 25 Juli 2019

Komitmen Dinas DKRTH dalam menuntaskan Kumuh di Kota Surabaya


Sekitar pukul 14.00, pada hari Rabu (24/7/19)  Tim Koorkot Kota Surabaya  dan Team Manajemen Consultan (TMC) tiba di Dinas DKRTH.  Sebelumnya, TIM Koorkot dan TMC berkunjung ke Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR), tetapi gagal bertemu dengan kepala dinasnya. Tak patah arang DKRTH menjadi sasaran untuk dikunjungi. Sekitar pukul 15.00 setelah menunggu sekitar 30 menit, Kepala Dinas tak kunjung tiba, maka pertemuan dan diskusi santai dimulai di mana Kepala Bidang DKRTH Hendri S yang memimpin langsung bincang santai mengenai persoalan kumuh di Kota Surabaya, utamanya di Kelurahan Wonokusumo 
Prastyo sebagai Asisten Kolaborasi dan Kelembagaan (KK) Tim Koorkot Kota Surabaya  memoderasi bincang santai sore itu, kebetulan Prastyo teman lama Kepala Bidang tersebut, sehingga pertemuan berjalan santai dan gayeng. Prastyo menyampaikan sekilas tentang Program Kotaku di Surabaya, terutama lokasi di Kelurahan Wonokusumo. Kemudian dilanjutkan oleh Abdus Salam selaku Koorkot Surabaya, Salam menegaskan bahwa menuntaskan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial, keterlibatan semua pihak baik swasta, LSM, perguruan Tinggi menjadi proyeksi utama agar target 0 ha kumuh pada tahun 2019 bisa direalisasikan dengan efektif, lebih-lebih Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ujar Salam dalam komentar singkatnya.
Sementara, Hawalia selaku Askot Urban Planner menampilkan slide paparan terkait Wonokusumo, Kali Mrutu Riverside lokasi skala kawasan kumuh  yang sampai detik ini belum menemukan juntrungan-nya. Saat slide yang disampaikan Hawalia, Hendri selaku kabid berseloroh, luar biasa bagusnya, tapi tidak apa-apa, itu mimpi dan cita-cita kedepannya. Hendri juga memberi masukan mengenai tanaman, semestinya tanaman itu bukan bunga, tetapi tanaman yang bernilai ekonomis seperti tomat,sawi,lombok. Dinas Pertanian juga  menyediakan tanaman produktif dan bernilai ekonomis, saya bisa bantu untuk memediasi KOTAKU dengan Dinas Pertanian, karena Jika tanaman hias hawatir hilang, ujarnya. 
Hendri S juga banyak memberi masukan bahwa menuntaskan kumuh itu yang lebih penting adalah membangun kesadaran manusianya di Kelurahan Wonokusumo,  jika membangun fisik itu hal yang gampang dilakukan. Kenapa membangun manusianya itu penting, karena jika hanya fokus membangun fisik, setelah dibangun maka masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga bangunan fisik tersebut. Hendri S juga menyampaikan bahwa di Dinas DKRTH memiliki program pemberdayaan, dalam hal ini DKRTH melakukan sosialisasi selama tiga bulan berturut-turut di Kelurahan Wonokusumo, kami nanti akan mengandeng Program KOTAKU saat melakukan sosialisasi, di lokasi Wonokusumo. Tak terasa jarum jam bertengger di titik 16.15, bincang santaipun dikakhiri dengan bahagia[Pras]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA