KOTAKU KOLABORASI TANPA TEPI - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Kamis, 03 Oktober 2019

KOLABORASI TANPA TEPI


Guna mendukung 100 persen akses universal air minum, 0 hektar permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak atau lebih di kenal dengan "Gerakan 100-0-100", Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Rukun Abadi Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya memfasilitasi Program pembangunan jamban sehat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.
Berlangsung pada, Rabu (02/10) kemarin dilaksanakan sosialisasi kepada 13 kepala keluarga calon penerima Program pembangunan jamban sehat tahun anggaran 2019 di Aula Pertemuan Kelurahan Simomulyo. Kegiatan ini merupakan kali ketiga dari tahap sebelumnya yakni tahap pertama telah dibangun sebanyak 20 unit dan tahap kedua sebanyak 32 unit jamban sehat untuk warga yang belum memiliki akses sanitasi layak.
Koordinator BKM Rukun Abadi Kelurahan Simomulyo, Magdalena, mengatakan pembangunan jamban ini merupakan salah satu Program dari DLH Kota Surabaya. Dengan adanya program ini masyarakat akan dibantu pendanaanya melalui kelompok masyarakat seperti BKM sehingga pelaksanaan pembangunan jamban tersebut sesuai standar teknis.
"Pembangunan jamban ini membutuhkan perencanaan seperti gambar teknis, Rincian Anggaran Biaya (RAB) dan beberapa syarat calon penerima lainnya. Jadi, kami (BKM, red.) hanya menjalankan sesuai ketentuan yang berlaku dari Dinas," katanya.
Ia menyampaikan, hal yang lebih penting sebetulnya ialah tentang pembangunan manusia. Peran BKM selain pelaksana dari kegiatan ini berkewajiban untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait pola hidup sehat dengan membuang air besar pada tempatnya. Harapannya, program tersebut dapat meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat.
"Saya menyayangkan apabila nanti sesudah dibuatkan jamban, masih ada yang BAB sembarangan," lanjutnya. 
 Sementara itu, Eny, pihak DLH memaparkan kesamaan visi dengan BKM Rukun Abadi Kelurahan Simomulyo. Menurutnya, pembangunan jamban itu adalah media pemberdayaan masyarakat saja. Sebab kegiatan ini merupakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
"Pendistribusian jamban kepada warga harus melalui kelompok masyarakat, karena program ini berbasis masyarakat. Maka, BKM sebagai lembaga pemberdaya bisa melaksanakan program ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," tukasnya.
Ia mengungkapkan, pagu anggaran satu unit pembangunan jamban senilai 3,3 juta. Meski demikian, DLH berharap BKM mampu mengelola anggaran tersebut. "Anggarannya minim, 3,3 juta untuk bangun satu jamban, setelah dipotong pajak dan lain-lain jatuhnya sekitar Rp. 2.910.000/unit," papar Eny.
Ilyasin Fasilitator Sosial Kota Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA