KOTAKU Merawat Kemandirian UPK BKM - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Selasa, 22 Oktober 2019

Merawat Kemandirian UPK BKM


Ada hal yang tak bisa dilupakan dan diabaikan. Di tengah semaraknya perubahan wajah dan perbaikan infrastruktur dengan segala jenisnya, maka Keberadaan UPK BKM yang lahir dan dilahirkan sebagai upaya memandirikan masyarakat tak ditinggal begitu saja.
Keberadaannya penting untuk dirawat dan dilestarikan. Karena jika UPK BKM itu berjalan dan bisa mandiri, pasti akan membantu masyarakat yang kurang mampu bahkan bisa memperbaiki infrastruktur yang sudah tidak layak
Tepat pukul 08.00 WIB, Satu persatu pengurus Unit Pengelola Keuangan (UPK) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dari tiap –tiap Kelurahan Se-Kota Surabaya mulai mengisi absensi di meja registrasi saat acara Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Kamis, 17 Oktober 2019.
Diinisiasi oleh Tim Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Surabaya, kegiatan tersebut digelar di Balai Pertemuan Kelurahan Ngiden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, dengan dana swadaya dari peserta. Saat di konfirmasi, Adi -  sapaan akrab Supriadi -  Asisten Kota Manajemen Keuangan (Askot MK) menyampaikan tujuan dari pelatihan ini supaya UPK BKM tertib administrasi dan tepat waktu dalam melaporkan keuangan.

“Agar mereka tertib dan rapi dalam membuat laporan keuangan, dana yang dikelola oleh UPK BKM harus akuntable dan transparan,” tutur Adi.
Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep umum pengelolaan keuangan dan tugas-tugas UPK BKM. Menurutnya, laporan keuangan yang diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) ialah menyiapkan pembukuan dan mengarsipkan dokumen. Ia menambahkan, pembukuan tersebut sedikitnya ada sepuluh hingga lima belas jenis, diantaranya ialah buku kas, buku bank, buku dana sosial dan lingkungan, buku BOP, bukti kas masuk, bukti kas keluar dan lain-lain.
Askot MK Supriayadi Menyamaikan materi
“Sekitar ada sepuluh sampai dengan lima belas jenis pembukuan UPK. Namun, teknisnya akan dipaparkan oleh fasilitator ekonomi,” tutur pria berkulit hitam manis itu.
Di samping itu, teknis pembukuan laporan keuangan yang dikelola UPK dipandu oleh fasilitator ekonomi, Siti Harlina. Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali praktek menyusun laporan keuangan. Menurut keterangannya, teknis pelaporan dengan membuat pembukuan tersebut mudah dikerjakan. Karena sistem pengelolaan keuangan, lanjut Siti, telah disediakan oleh Program. Sebab itu, dengan mengisi buku kas pada aplikasi sudah dapat diketahui sampai pada neraca dan laporan laba rugi.
“Tinggal input catatan kas ke aplikasi, maka bisa nge-link sampai ke neraca dan laporan laba rugi,” ungkapnya.

Siti berharap, pasca pelatihan ini pengurus UPK dapat menyusun laporan keuangan secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada pendamping (fasilitator, red.). Kendati demikian, kegiatan ini akan rutin diselenggarakan guna mengevaluasi dan memonitoring kegiatan ekonomi bergulir di masyarakat.
Herlina Fasilitator Ekonomi

Begitu juga dengan Erna Sri Wulandari, Lurah Nginden Jangkungan, dalam sambutannya menyampaikan, agar UPK BKM dapat memetakan potensi ekonomi di tiap-tiap Kelurahan sehingga dana yang bergulir dapat berkembang. Ia mengapresiasi dan merasa terhormat menjadi tuan rumah pada kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga dengan bapak/ibu yang hadir dalam acara ini, dan meminta untuk terus mengembangkan potensi ekonomi yang ada,” sambutnya. karena kemandirian ekonomi akan menyehatkan kita dan lingkungan kita. Ekonomi kuat masyarakat sejahtera[]

Ilyasin Yusuf Fasilitator Sosial Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA