KOTAKU BNI mengajak BKM untuk Berkolaborasi - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Senin, 04 November 2019

BNI mengajak BKM untuk Berkolaborasi


Nurma S
Minggu malam (3/11) ruang pertemuan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pakem Sejahtera, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari tampak disesaki oleh Pimpinan Kolektif BKM Se-Surabaya Utara. Sebanyak 50 orang mewakili 25 dari 31 BKM di Surabaya utara yang hadir dalam rapat koordinasi dan pembentukan Forum Komunikasi Antar (FKA) BKM tersebut.
Kegiatan itu bermaksud untuk membentuk media silaturrahim dan media informasi antar BKM. Arif Muryanto, Koordinator PK BKM Pakem Sejahtera Kelurahan Pacar Kembang terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Antar (FKA) BKM Zona Surabaya utara. Sedangkan Oky, BKM Kelurahan Rangkah ditunjuk menjadi sekretaris dan bendahara FKA berasal dari BKM Kelurahan Sidotopo, Holila. Sebagai ketua terpilih, Arif berjanji akan melengkapi kepengurusan dan merancang program kerja dalam waktu dekat. Dia meminta seluruh BKM Se-Surabaya Utara untuk merekomendasi pengurusnya guna melengkapi kepengurusan FKA BKM Zona Surabaya Utara tersebut
Prastiya Askot KK menyampaikan materi
"Saya minta kepada bapak/ibu segera merekomendasi nama-nama agar selanjutnya bisa di agendakan membuat program kerja," katanya. Sebelum pemilihan Koordinator FKA Zona berlangsung, hadir sebagai narasumber, Prasetya mewakili Tim Koordinator Kota (Koorkot) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Surabaya, ia menyampaikan informasi terkini terkait program Kotaku.
Dalam paparannya,Pras panggilan akrabnya mengatakan bahwa Kota Surabaya merupakan lokasi Non Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM). Oleh sebab itu, tahun 2019 ini tidak ada kucuran dana dari APBN kepada BKM. Kendati demikian, pihaknya akan terus berjuang dan melakukan jejaring  untuk keberlangsungan BKM.
Asinten Kolaborasi dan Kelembagaan ini mengungkapkan bahwa memang banyak BKM yang mengadukan tentang kondisi keberadaanya saat ini. Salah satunya ialah yang terlampir dalam formulir Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM) menyebutkan bahwa PK BKM merasa kesulitan soal pendanaan operasional, lebih-lebih bagi BKM yang tidak memiliki Unit Pengelola Keuangan (UPK BKM).

Menurutnya, lanjut Pras, hendaknya BKM tidak patah arang. Tim Koorkot akan terus berupaya untuk melakukan lobi dan negosiasi kolaborasi di tingkat Kota. Dia mengaku, saat ini pihaknya masih membangun komunikasi dengan banyak pihak. Akan tetapi, sebagai perimbangannya, PK BKM wajib memperbaiki kelembagaannya masing-masing. Hal itu disampaikan guna membangun kepercayaan kepada BKM.
 
Tugas kami di tingkat Kota. Tugas bapak/ibu di tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Mari bergandeng tangan membangun kepercayaan  (trust building)," tegasnya.
Di samping itu, ia berharap agar BKM dapat memasarkan dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) di tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Dia menjelaskan, dokumen tersebut merupakan out put perencanaan masyarakat melalui program ini. Oleh karenanya, selalu dilakukan review setiap tahunnya. "Dokumen perencanaan (RPLP, red.) itu sebagai acuan agregasi kami di tingkat Kota," jelasnya.
 Tak hanya sekadar pembentukan Forum Komunikasi Antar (FKA) BKM. Pertemuan tersebut menghadirkan salah satu perwakilan dari Bank BNI 46 Cabang Perak. Orang-orang memanggilnya Jalu. Setelah banyak mendengarkan dari Askot KK Prastiya, tentang program KOTAKU, Jalu mengajak BKM untuk berkolaborasi membangun kemitraan dengan Bank BNI. Jalu menyosialisasikan beberapa program yang bisa dilakukan oleh BKM, salah satunya ialah menjadi agen 46. 
Herlina Fasilitator ekonomi
Program ini merupakan terobosan dari gerakan non-tunai atau transaksi virtual. Untuk menjadi agen 46, lanjut dia, cukup dengan setor saldo minimal 500 ribu rupiah dan mengisi formulir keanggotaan. Menurutnya, BKM dapat menjadi Bank BNI kecil di kelurahan masing-masing dan bisa melakukan transaksi perbankan.
Hal ini, menurut Jalu, akan menambah penghasilan dan bisa dikerjakan secara kelompok. Sistemnya pun, kata Dia, praktis dan mudah dioperasikan, yakni berbasis android. Dengan bergabungnya BKM  bersama kami (agen 46, red.),  akan menambah income bapak/ibu semua, " terangnya. Dengan demikian, keluhan bapak/ibu mengenai sulitnya operasinal BKM bisa diatasi dengan menjadi agen 46. Ini tantangan sekaligus peluang bapak/ibu BKM agar kelembagaan BKM itu bisa eksis tanpa berharap terus menerus terhadap bantun pemerintah[]

Norma Sulistiyawati  Fasilitator Sosial Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA