KOTAKU Rapat Akbar FKA BKM Zona Surabaya Barat Akan Segera Digelar - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Jumat, 15 November 2019

Rapat Akbar FKA BKM Zona Surabaya Barat Akan Segera Digelar


Pembetukan Forum Komunikasi Antar (FKA) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Zona Surabaya Barat tinggal menghitung hari. Pasalnya, pembentukan media silaturrahim dan media informasi antar BKM tersebut akan diselenggarakan pada minggu ketiga bulan November ini. Hal itu, direncanakan berdasar hasil musyawarah perwakilan masing-masing BKM pada, Rabu malam, 13 November 2019 saat rapat teknis pelaksanaan pembetukan FKA Zona di McDonald Sukomanunggal, Kota Surabaya.
Rapat teknis pembentukan FKA BKM Zona Surabaya Barat ini merupakan kali ketiga dari rapat sebelumnya, yakni pertama dilaksanakan di Cafe Holly, Jl. Sukomanunggal No. 75 pada, Selasa malam, 23 Juli 2019 lalu, dan kedua pada, Kamis malam, 7 November 2019 kemarin bertempat di Wisata Kuliner Kecamatan Tandes. 
Rembug Persiapan Pembentukan FKA Zona Surabaya Barat

Siti Harlina, mewakili tim fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Surabaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Koordinator BKM yang hadir dalam rapat tersebut, bahwa hingga rapat yang ketiga ini digelar merupakan bentuk ghirah dan antusias BKM dalam menentukan masa depannya. Ia mengungkapkan, untuk membentuk suatu forum besar seperti FKA Zona ini memang tak semudah membalik telapak tangan.
"Terbukti, seperti sekarang ini telah dilakukan tiga kali pertemuan rapat teknis. Jadi, ada banyak hal yang perlu kita korbankan, baik tenaga, pikiran, waktu bahkan materi," ungkap mantan senior fasilitator itu.
Lina juga mengatakan saat ini, untuk wilayah administratif Surabaya barat terdapat 9 Kecamatan dan 40 BKM. Harapannya, Dia menambahkan, seratus persen BKM yang tersebar di wilayah barat dapat mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkecuali. Saat ditanya soal pembiayaan, usulnya, agar diberlakukan sistem subsidi silang. Yakni, tetap mengedepankan asas kebersamaan antar BKM.
"Usul saya pendanaan kegiatannya nanti gendong ngindit (saling membatu, red.) antar BKM. Bagi BKM yang memiliki dana operasional dari laba UPK dapat membantu BKM yang tidak memiliki dana operasional," tandasnya.
Hal menarik lainnya, pada saat kegiatan berlangsung, lanjut Lina, agar tak sekadar seremonial pembentukan FKA Zona saja. Namun, ada nilai tawar BKM terhadap Pemerintah Kota. Mengingat, pada tahun 2020 mendatang akan dilaksanakan Pilwali di Kota Surabaya. Menurutnya, hal ini merupakan momentum untuk menentukan arah kebijakan Pemerintah Kota dalam lima tahun kedepan.
"Bukan tidak mungkin, dengan jumlah 154 BKM Se-Kota Surabaya dapat mempengaruhi kebijakan Pemerintah Kota", seloroh Lina bersemangat.
Dia berharap, supaya BKM Se-Kota Surabaya bisa bersatu membangun basis kekuatan untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih memihak kepada BKM. "Kita bagian dari representasi masyarakat, tidak ada kebijakan tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat," terangnya.

Penulis: Noor Hendriyani Fasilitator Teknik Kota Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA