KOTAKU Kegiatan Eksibisi KOTAKU Surabaya dalam Festival Kampung Lawas Maspati - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Jumat, 22 November 2019

Kegiatan Eksibisi KOTAKU Surabaya dalam Festival Kampung Lawas Maspati


Sebanyak 70 kampung yang menjadi peserta Festival dan Konferensi Kampung Nusantara di Kampung Lawas Maspati, Bubutan, Kota Surabaya. Kegiatan ini dihelat sejak kemarin (20/11) hingga hari ini. Tidak hanya diskusi, disepanjang jalan Maspati V ada pula pameran ane ka produk UKM Kecamatan Bubutan . Hasil kreativitas masyarakat setempat itu memantik perhatian peserta dari berbagai daerah. Beberapa produk yang mempesona pengunjung di antaranya, minuman tradisonal, baju daurulang, aksesoris, dan miniature dari limbah.
Andik, salah seorang peserta mengatakan, ada banyak hal yang menarik untuk dipelajari dari pengembangan Kampung Lawas Maspatiini. Selain konsep penataan lingkungan, soliditas warga juga patut dicontoh. “Apa yang telah dilakukan warga Maspati ini jadi contoh untuk program-program kami,” katanya.
Saat di wawancara awak media, Sabar Swastono, PenanggungJawab Festival dan Konferensi Kampung Nusantara menjelaskan, setidaknya ada tiga tema yang menjadi bahasan pokok dalam diskusi. “Yakni tentang sosial, budaya dan ekonomi,” jelasnya. Iamengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan digelar setiap tahun. Tujuannya ialah, mendorong perekonomian masyarakat dan memacu spirit warga dalam menata lingkungannya. 
Bapak Hadi dari Kementerian PUPR mengunjungi stan KOTAKU
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Infratruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Hadi Sucahyono. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan tersebut. Tampak komitmen warga untuk menjaga kawasan heritage. “Saya berharap kedepan Maspati ini menjadi semacam laboratorium perguruan tinggi. Ini hal menarik,” tuturnya. Di samping itu, Hadi berpesan, ada banyak hal tak boleh diabaikan dalam program penataan lingkungan. Salah satunya, system pengolahan limbah berbasis reduce, reuse dan recycle (3R).
Poto bersama pegiat Kampung se Indonesia
Tak hanya itu, festival  Kampung Nusantara bersenyawa dengan kegiatan eksibisi Program KOTAKU Surabaya . Kegiatan yang didesain seperti pembuatan spanduk, banner, gelas mog, tas kain dan stiker dengan tulisan KOTAKU. Beberapa pengunjung pameran yang datang dan bertanya tentang KOTAKU, maka akan mendapatkan bonus tas dan mog. Salah satu diatara pengunjung adalah Kepala Badan Pengembangan Infratruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Hadi Sucahyono yang sejak awal sambutannya sudah banyak menyinggung terkait program KOTAKU.
Kenapa program eksibisi program KOTAKU menjadi bagian dari kegiatan dalam festival kampung lawas maspati.  karena substansinya sama, kegiatan kampong lawas senafas dengan cita-cita program KOTAKU dalam penataan kota yang bersih asri dan nyaman.
TIM Kotaku Surabaya bersama Prof Johan Silas

Koordinator Kota Program Kotaku Kota Surabaya, Abdus Salam As'ad, mengatakan pihaknya sejak awal sering melakukan komunikasi intens dengan penanggung jawab kegiatan. Menurut Salam, penanganan kawasan kumuh menjadi prioritas utama. Sebab dampak yang ditimbulkan akan menjalar ke berbagai sektor. Khususnya terkait kesehatan masyarakat. Dalam kegiatan itu pula, kata Salam, tim Kotaku melakukan sosialisasi pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Dia menambahkan, di samping menyiapkan infrastruktur lingkungan, menata sumber daya manusia (SDM) menjadi tujuan utama pembangunan. Hal ini, menurutnya, bagian dari cita-cita tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). "Apabila menata infrastruktur tanpa di barengi dengan menata manusianya, maka cita-cita itu tak akan bisa terwujud," katanya.


Penulis: Ilyasin Yusuf, Fasilitator Sosial Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA