KOTAKU 12/07/19 - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Sabtu, 07 Desember 2019

OPTIMIS PELAKSANAAN PEMBANGUNAN SKALA KAWASAN SURABAYA

Proyek skala kawasan di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir kian menemukan titik terang. Pasalnya, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Surabaya akan menyulap kawasan kumuh tersebut menjadi destinasi wisata baru di Kota Surabaya.Sejumlah instansi yang tergabung dalam Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) telah berjumpa diacara Workshop Penataan Skala Kawasan program Kotaku kemarin (5/12). Diantaranya yang hadir ialah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PMK, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko), Technical Management Consultant (TMC) serta Dinas Sosial (Dinsos). Workshop yang digelar di BG Junction Mall itu juga diikuti perwakilan kelurahan, Perguruan Tinggi UNIPA dan sejumlah perusahaan serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Habitat, UAID IUWASH PLUS,

Acara ini selain membahas sasaran, ada ulasan terkait tahapan-tahapan pelaksanaan program. Dalam pembahasan tersebut, ada empat titik kawasan di Kelurahan Wonokusumo yang akan ditata tahun depan (red 2020) Yakni, kawasan Mrutu Kalianyar, Kali Basin, Wonosari Wetan Baru dan Bulaksari-Bulakjaya. "Fokus penataannya di Mrutu Kalianyar, di sana akan ditata total. Kami menyebutnya Mrutu Riverside," kata Koordinator Program Kotaku Kota Surabaya Abdus Salam As'ad.
Ema Agustina Bappeko menyampaikan paparan
Menurutnya, pemerintah selain membangun dermaga dan plengsengan di kawasan Mrutu Kalianyar. Nanti ada penataan jalan inspeksi di pinggir kali. Upaya penataan tersebut akan diawali dengan ditertibkannya kawasan permukiman sekitar sungai Mrutu. Disana, ada 163 rumah yang dikepras karena menganggu jalannya pembangunan. Meski demikian, pemilik akan diberikan ganti rugi sesuai dengan tingkat kerugian. Beberapa kali tim Kotaku Surabaya turun ke lokasi guna mendata rumah Warga Terdampak Proyek (WTP).
Salam menuturkan, proyek penataan Wonokusumo akan dilelang 15 Desember  mendatang. Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran senilai Rp 39 miliar untuk penataan kawasan kumuh. Selain menata infrastruktur, anggaran tersebut telah mencakup biaya pembinaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Dana yang digelontorkan dari pusat tentu akan mendongkrak kebutuhan anggaran. Sebab, kebutuhan biaya untuk penanganan kawasan kumuh tak sedikit. Bapekko memerinci kebutuhan tersebut mencapai Rp 62 miliar.
Ibu Rekyan Satker Propinsi menjelaskan tahapan skala kawasan
Kasubbid Penataan Ruang, Permukiman, dan Lingkungan Hidup Bapekko Surabaya Ema Agustina menuturkan, angka tersebut terbagi-bagi menjadi banyak proyek. Selain pembangunan pos PMK ada pula pembuatan jamban. Proyek jambanisasi yang anggarannya mencapai Rp 260 juta, pun direncanakan tahun depan. Sebab itu, kata Ema, sinergi antar instansi menjadi sangat penting guna menopang penataan kawasan kumuh. Dia menambahkan, peningkatan kawasan permukiman merupakan program besar. "Saat ini kami fokus mengubah wajah bantaran sungai," katanya.

 Ilyasin Yusuf*) Penulis adalah Fasilitator Sosial Kota Surabaya


#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA