KOTAKU PPK Kotaku Hulu Sungai Tengah Ajak FKA LKM Kecamatan Barabai Kunjungi Kampung Herbal Nginden Jangkungan - KOTAKU KOORKOT SURABAYA

KOTAKU KOORKOT SURABAYA

Pembaca yang baik belum tentu menjadi penulis yang baik, tapi penulis yang baik pasti pembaca yang baik[ Ilham JP]


Website ini merupakan media informasi seputar Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kluster Surabaya: Kota Surabaya Kab.Bangkalan Kab.Pamekasan Kab.Sumenep
Selamat Datang di Website KOTAKU Koorkot Surabaya

Total tayangan

Minggu, 23 Februari 2020

PPK Kotaku Hulu Sungai Tengah Ajak FKA LKM Kecamatan Barabai Kunjungi Kampung Herbal Nginden Jangkungan



Kampung Herbal Nginden
Keberadaan kampung herbal yang terletak di RT. 09 RW. 05 Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya tak heran bila banyak masyarakat luar yang ingin berkunjung. Selain dirindangi dengan tanaman-tanaman hidroponik dan tanaman hias yang berada di sepanjang jalan, ada pula IPAL yang di desain untuk pemanfaatan tanaman. Tak hanya itu, di sisi timur jalan tampak pula Sanggar Seni Budaya untuk pengembangan dan pelestarian budaya lokal, Bank Sampah, Kolam Ikan, dan Bioflok. Sementara botol bekas air mineral disulap tampak warna warni menjadi pot aneka tanaman herbal bergelantungan menghias dari hulu hingga hilir gang. Konon, menurut keterangan Lurah Nginden Jangkungan, Erna Sri Wulandari, kampung ini seringkali mendapati pengunjung dari luar daerah sampai mancanegara.  
Kali ini, sebuah kampung yang menyabet gelar Best of the Best Diajang Lomba Surabaya Green and Clean tahun 2018 itu mendapati kunjungan dari rombongan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (20/2) siang. Diantara yang tergabung ialah, Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Barabai, Lurah dan Kepala Desa Se-Kecamatan Barabai serta Forum Komunikasi Antar (FKA) Lembaga Swadaya Masyarakat (LKM) Kecamatan Barabai. 
Kunjungan TIM Satker Kab.HST Kalsel di Satker SBY
Kunjungan ini bertujuan untuk pembelajaran pemanfaatan air limbah untuk tanaman, manajemen pengelolaan Bank Sampah dan jenis-jenis tanaman herbal. Saat di wawancara, Ahmad Syafaat, PPK Kotaku Hulu Sungai Tengah menyampaikan ketertarikannya terhadap teknologi IPAL yang ada di kampung herbal tersebut. Syafaat mengaku, teknologi itu terbilang baru yang patut dipelajari. Setidaknya, menurut Syafaat, metode pengairan dengan mengembangkan teknologi IPAL yang airnya bersumber dari sungai terdekat dapat direplikasi meski tidak sama persis.”Kami di sini fokus belajar IPAL untuk percontohan di tempat kami,” ujarnya.
Syafaat menambahkan, hal lain yang memotivasi dan menginspirasi ialah kompetisi antar kampung. Ia mengatakan, ajang perlombaan itu dapat memacu semangat warga dalam menata kampungnya sendiri. Dengan demikian, kata Dia, warga akan termotivasi merawat dan menjaga lingkungan permukiman. “Lomba antar kampung ini menjadi inspirasi bagi kami, banyak contoh yang bisa diserap di sini,” imbuhnya. Ketua rombongan dari luar pulau Jawa itu juga menyampaikan terima kasih atas sambutan kepada tuan rumah. Selama berkunjung ke Kota Pahlawan ini ia memperoleh banyak pengalaman yang bisa dijadikan contoh untuk kemajuan daerahnya.   
Poto bersama Tim Satker HST Kalsel dengan Lurah Nginden
Sementara koordinator FKA LKM Kecamatan Barabai, Taspudin Noor, mengatakan telah mempelajari apa yang ada di kampung herbal. Baik teknologi IPAL hingga sistem sosial masyarakat sekitar kampung. Taspudin juga menambahkan, pihaknya mendapat pesan langsung dari Bupati Hulu Sungai Tengah untuk betul-betul mempelajari tentang kampung herbal. Bahwa menurut keterangannya, Bupati Hulu Sungai Tengah sangat mendukung kegiatan-kegiatan FKA LKM Kecamatan Barabai. “Jangan sampai sepulang dari Surabaya tidak mendapatkan apa-apa, itu kata Bupati kepada kami,” terangnya usai pelepasan kegiatan kunjungan oleh Bupati.  
Sebelumnya, rombongan yang di komando oleh Syafaat itu, di sambut oleh PPK Kotaku Kota Surabaya, Awang Wirawan dan Tim Koordinator Kota (Koorkot) Program Kotaku. Di samping itu, Dinas Sosial dan DKRTH turut menyambut tamu kehormatan ini di Balai Pertemuan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Awang memaparkan soal pentingnya berkolaborasi dalam penataan lingkungan permukiman. Pasalnya, rencana masyarakat yang termaktub dalam Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) senantiasa di sosialisasikan kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi. Demikian itu, menurut Awang, guna mewujudkan cita-cita kota yang layak huni dan menjaga kawasan heritage.
Dia mengatakan, menata kampung merupakan tanggung jawab bersama antar instansi baik pemerintah maupun swasta. Menurutnya, masyarakat Kota Surabaya cenderung kompetitif. Sebab itu, lanjut Awang, menggelar lomba antar kampung merupakan bagian dari inovasi penataan.”Bahkan biaya yang dikeluarkan masyarakat dengan hadiah yang di dapat tidak sebanding,” tandasnya.
Senada dengan paparan Abdus Salam As’ad, bahwa kolaborasi dalam penataan lingkungan permukiman merupakan suatu niscaya dan amanat undang-undang. Pria yang menjabat sebagai Koordinator Kota Program Kotaku Surabaya itu, menegaskan platform kolaborasi dan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai Nahkoda adalah suatu upaya agar Pemda terlibat aktif dalam mengentaskan kumuh perkotaan. Salam menjelaskan, posisi fasilitator yang bertugas di lapangan hanya berkewajiban untuk memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat
Poto bersama di lokasi Kampung Herbal Nginden
 Dia mengatakan, organisasi bentukan program Kotaku seperti Lembaga/Badan Keswadayaan Masyarakat (LKM/BKM) yang tersebar di seluruh kelurahan dampingan program merupakan orang-orang pilihan melalui penjaringan basis RT/RW. Atas dasar itu pula, kata Salam, sudah sepantasnya BKM menjadi mitra kolaborasi Pemerintah dalam setiap kegiatan penataan infrastruktur lingkungan. “Secara pengalaman, BKM sangat mumpuni dalam perencanaan maupun pelaksanaan, keberadaannya sejak tahun 1999 sampai sekarang aktivitasnya tak lepas dari kegiatan sosial, ekonomi dan lingkungan,” papar Salam.

Ilyasin Yusuf Fasilitator Sosial Surabaya       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#header:hover { -webkit-transition-duration: 3s; -moz-transform: rotate(360deg); -webkit-transform: rotate(360deg); }
JANGAN LUPA BAHAGIA